Monday, February 05, 2007

Pameran Franchise

Tanggal 2 – 4 Februari yang baru lalu di Bandung berlangsung pameran Info Franchise Expo 2007. Saya menyempatkan hadir, sekalian ingin mengamati dari dekat perkembangan dunia franchise di Indonesia saat ini.

Sebagai pameran bisnis yang target nya adalah calon pebisnis/investor, pameran sendiri berjalan dengan baik. Dari segi pengunjung tentu tidak bisa diharapkan seramai pameran buku atau pameran komputer. Namun menurut saya atensi pebisnis Bandung kali ini cukup baik. Dan potensi pebisnis di Bandung sebetulnya cukup dahsyat. Saya melihatnya dari angka-angka saja. Penduduk Bandung hanya sekitar 2.7 juta jiwa. Tapi tabungan nya banyak. Dari laporan Bank Indonesia tahun lalu, saya melihat penempatan dana pihak ketiga di perbankan Bandung yang mencapai sekitar Rp.72 T. Sebagian besar dalam bentuk deposito (45 T) dan sisa nya tabungan. Dan ini sebagian besar adalah milik perorangan (hampir 70%), bukan institusional. Dapat dibayangkan betapa besar potensi dana yang masih “parkir“ di Bandung. Memang, “orang kaya“ Bandung tadi mungkin konservatif. Namun franchise bisa menjadi cara yang tepat untuk memancing dana tadi masuk ke sektor bisnis.

Peserta pameran franchise kemaren juga cukup lengkap. Dari sektor makanan ada Jesslyn Cake, Bread Story, Kebab Turki Baba Rafi, Kebab Anya, Pisang Goreng P Man, Buana Burger, Andrew Crepes, Roti Maryam, C’lup-C’lup, Dobbi Burger hingga Es Krim Campina. Yang paling ramai peminatnya saya lihat adalah booth Kebab Turki Baba Rafi. Mungkin terbantu oleh figure owner nya yang belakangan sedang ngetop. Yang lain juga sebenarnya tidak kalah potensial. Karena masing-masing booth menyediakan sample makanan, saya, istri dan anak saya yang kebetulan doyan makan semua, langsung mencoba satu persatu. Selain Kebab Turki yang memang mantap, saya lihat Roti Maryam yang enak dan unik (semacam roti cane) punya potensi besar. Disamping C’lup-C’lup sendiri yang membuat kami kaget, karena makanan tusuk ini ternyata lumayan digemari pengunjung.

Range nilai investasi di sektor makanan ini cukup bervariasi. Yang paling murah adalah Burger Buana yang hanya sekitar Rp. 2,5 juta. Kebab Turki Baba Rafi mematok range antara 40 juta (gerobak) hingga di atas 100 juta (kafe). Yang lain, sekitar Rp.15 juta hingga Rp. 29 juta. Untuk model gerobak, saya perhitungkan investasi yang masuk akal adalah Rp. 15 – 17.5 juta. Andrew Crepes cukup berani dengan mematok hingga Rp.29 juta. Investasi cukup tinggi pada franchise makanan adalah untuk bakery, mengingat tempat yang lebih permanent dan eksklusif, dan nilai stock yang besar. Jesslyn Cake mematok Rp.200 – 600 juta, sementara Bread Story bahkan mencapai lebih dari Rp.1 milyar.

Di sektor otomotif yang cukup menarik untuk dicermati adalah AutoBridal. Bisnis salon mobil ini sebetulnya saya yakin “gak ada matinya” karena trend kepemilikan mobil yang terus meningkat. Fee franchise yang Rp.75 – 150 juta juga masih masuk akal. Hanya range total investasi nya yang berkisar Rp.400 - 900 juta menurut saya terlalu besar. Meskipun sekarang tersedia paket AutoBridal Ekspress dan Motor yang investasinya bisa lebih murah. Autobridal juga terlihat aktif melakukan inovasi. Disaat snow wash sudah mulai umum, mereka punya menu cuci “es krim” yang warna-warni. Tapi apakah itu yang dibutuhkan para pemilik mobil? Jujur saja saya meragukan.

Untuk sektor retail, AlfaMart hadir menawarkan pola investasi yang menurut saya sangat masuk akal. Investasi nya sekitar Rp.300 juta. Pemilik usaha sudah akan menerima sistem, perlengkapan dan supply barang. Royalti fee berjenjang tergantung omzet. Namun saya sangat tertarik dengan kehadiran K-24. Brand Apotek lokal yang kini sedang naik daun. K-24 ini cukup berani dengan konsep 24 jam nya. Investasi nya juga cukup tinggi, berkisar Rp. 500 juta. Pengalaman saya, margin obat sangat tipis. Sementara banyak item obat juga sangat terbatas oleh waktu. Dengan beban operasional yang tinggi karena buka 24 jam, keberanian ini tentu menuntut kemampuan pengelolaan inventory yang luar biasa baik untuk menjaga harga pokok penjualan serendah mungkin.

Ada juga franchise sandang seperti Edward Forrer (sepatu) dan Shafira (busana muslim). Kedua-dua nya memiliki nilai investasi yang berkisar Rp.500 juta. Kedua brand yang lahir di Bandung ini sama-sama dikenal memiliki kualitas yang bagus. Kedua-dua nya juga terkenal sebagai innovator di bidang nya. Namun produk Edward Forrer memiliki market yang lebih luas dengan price yang masuk akal di kelas nya. Sementara Shafira dengan price yang cukup tinggi, marketnya lebih sempit (middle up Moslem), yang dewasa ini memiliki pilihan yang sangat luas. Dengan investasi yang sama, pay back period Shafira mungkin akan lebih lama dibanding Edward Forrer.

Yang masuk watch list saya sebenarnya adalah bisnis berteknologi tinggi seperti Multiplus. Multiplus yang menawarkan one stop shopping keperluan office/bisnis ini harus diakui cukup diminati konsumen. Ini sebenarnya meneruskan kesuksesan berbagai pusat “foto copy” atau solusi dokumen yang selalu laris di kota besar. Apalagi dengan nilai plus yang demikian banyak, maka Multiplus sangat menjanjikan. Selain itu ada Java Net yang menawarkan konsep internet café. Ini juga menarik, karena pengunjung tidak hanya disugihi koneksi internet, namun juga menu makanan layaknya café. Namun demikian, positioning nya menurut saya menjadi tidak jelas. Pengunjung warnet dan pengunjung café adalah dua komunitas yang berbeda. Pengunjung warnet atau game center adalah komunitas anak muda yang cuma butuh “minum teh botol” asal ada koneksi cepat dan murah. Sementara pengunjung café yang ingin makan dan minum, tidak butuh-butuh amat dengan koneksi internet. Kalaupun butuh koneski internet, sekarang banyak café yang menyediakan koneksi wi-fi gratis. Apalagi, nilai investasi yang mencapai Rp.345 (game center) hingga 700 juta (café), cukup besar. Ini berbeda dengan Wiz Game & Internet Center yang fokus hanya pada game center. Market online gamers memang sangat menjanjikan, sehingga potensi nya besar. Meskipun investasi awal Wiz Game yang mencapai Rp.350 jutaan menurut saya terlalu besar. Mendirikan online game center itu barrier to entry nya rendah, sehingga kompetisi juga akan sangat ketat. Dengan dana yang sama, orang bisa mendirikan game center yang lebih kencang dan lengkap di sebelah game center Anda. Dari group Java Net, ada peluang juga untuk menjadi outlet Micronics – distributor PC Dell. Ini cukup menarik. Dell adalah PC branded yang akhir-akhir ini sangat kompetitif. Investasi nya juga dibawah Rp.200 juta.

Selain itu saya tertarik dengan bidang Digital Imaging yang dewasa ini maju pesat. Layanan yang ditawarkan antara lain cetak pada mug, pin, t shirt, hingga photo box. Dimage menawarkan paket-paket investasi yang sangat beragam sehingga kita bisa merancang sendiri layanan apa yang cocok dengan lingkungan kita. Range investasi nya juga cukup ringan, dari Rp. 4 jutaan hingga puluhan juta. Dengan demikian investor mudah untuk memulai usaha dan menambah layanan sesuai perkembangan usaha.

Masih banyak lagi yang sebetulnya bisa di bahas. Di sektor pendidikan hadir ILP, iTutor Net, Interkatif, dsb. Saya tertarik dengan Interaktif kursus komputer anak, yang menawarkan investasi franchise yang rendah (total investasi di bawah Rp.50 juta). Di sektor spa ada Leha-Leha dan Nakamura. Leha-Leha menawarkan konsep yang lebih lengkap, mencakup spa dan klinik kecantikan. Sementara Nakamura hanya pijat refleksi. Investasi Nakamura yang mencapai Rp.250 juta menurut saya terlalu tinggi untuk usaha pijat refleksi.

Demikian sekilas info dari pameran franchise di Bandung yang baru lalu. Semoga bermanfaat.(FR)

5 comments:

Marki said...

Kalau tidak salah saya membaca di iklan PR kalau Leha-leha ikut dalam ucapan selamat untuk diadakannya pameran franchise itu. Jadi Fauzi mungkin tidak sekadar melihat-lihat dong :)Pernah mengirim artikel ke PR, Kompas Jabar, atau media sejenis? Salam untuk Leni dan anak-anak.

Fauzi Rachmanto said...

iya Ikram. Jujur saja, saya kesana tiga hari berturut2 hehehe ... jadi puas ngeliat pameran nya. Belum pernah bikin artikel di media cetak nih Kram. Belum PD. Pernah sekali-sekali nya duluuuu waktu masih bikin skripsi. Tentang Korea Utara, dimuat di PR.

Gus Minging said...

Pak Fauzi,

Kesimpulan anda bahwa nakamura hanya menyediakan layanan pijat refleksi saja dan terlalu mahal, menurut saya "maaf" rada premature. Nakamura merupakan klinik paduan refleksi, akupresur, kiropraksi, aromaterapi yang bersumber pada ilmu seitai dari Jepang yang bertujuan untuk pencegahan, perawatan dan penyembuhan. Untuk lebih jelas tentang ilmu kami, silakan kunjungi website sederhana kami www.geocities.com/seitaiterapi

Terima kasih atas pengertiannya.

Salam kenal dan sehat selalu buat Bapak.
Salam,

Gus Minging, Pendiri Nakamura
gusming@yahoo.com 0815 4850 2323

Gus Minging said...

Maaf Pak Fauzi,

Sedikit tambahan.. Terlampir press release di internet mengenai Nakamura.

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/02/jogja/1034452.htm

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/042007/14/99apasiapa.htm

http://www.plazaraya.com/mod.php?mod=publisher&op=printarticle&artid=2317

http://muri-rekor.blogspot.com/search?q=refleksi

http://www.antara.co.id/arc/2007/3/30/layanan-pijat-di-atas-ka-masuk-rekor-muri

toto said...

Setelah saya membaca catatan pak fauzi, saya tertarik dengan franchise cetak pada mug,pin,t-shirt hingga fhotobox yang fee skitar 4 jt-puluhan jt.bisa tau pak contact person sekaligus no telpon atau info mengenai smuanya itu, rencananya saya mau buka di daerah.
trims pak atas pencerahannya

salam kenal
toto
orang yg abis resign dan mau usaha sendiri :)