Thursday, January 11, 2007

Tangan di Atas

Beberapa waktu lalu saya tidak sengaja nemu blog dan website Pak Roni Yuzirman (http://www.roniyuzirman.blogspot.com), pemilik Manet Vision dan pemrakarsa komunitas “Tangandiatas” (http://www.tangandiatas.com). Sebetulnya saya ingin mencari website Adi W. Gunawan, setelah membaca buku nya yang inspiratif. Karena kebetulan Pak Roni mengulas secara ringkas buku tersebut, Google pun mengarahkan saya ke blog Pak Roni. Membaca tulisan-tulisan disana, jujur saya sungguh terpesona. Pak Roni sungguh luar biasa. Wirausaha yang sukses membawa bisnisnya hingga masuk dalam 50 perusahaan terbaik majalah SWA. Komunitas “Tangandiatas” sendiri terdiri dari orang-orang dengan cita-cita luhur ingin dalam posisi “Tangan di Atas” (Pengusaha).

Saya jadi merenungkan jalan hidup saya sendiri. Alhamdulillah, kini saya termasuk “TDA”, meskipun belum sekaliber Pak Roni cs. Dulu nya saya juga “TDB” (karyawan). Namun hidup saya selama menjadi TDB memang “gak karuan”. Setelah lulus kuliah tahun 1994 gak sengaja keterima kerja di perbankan (gak nyambung dengan kuliah saya), persisnya di area corporate banking dan investment banking, kemudian gak puas pindah jadi analis di asset management company, gak puas lagi pindah jadi konsultan di salah satu software company asing. Dan waktu krismon, saya juga sempat singgah di BPPN. Kalau sekarang saya paham, sering pindah-pindah kerja ini rupanya salah satu sindrom “pengen jadi TDA”. Belakangan saya juga baru ngerti, kalau pengalaman-pengalaman saya sebagai TDB tadi sepertinya sudah diatur dari “sana” nya untuk memberi bekal buat saya menjadi TDA.

Dorongan kuat untuk TDA saya rasakan sewaktu bekerja di BPPN (2000 – 2002). Racun nya siapa lagi kalau bukan buku-buku nya Robert Kiyoshaki dan booming dot com diluar negeri. Karena saya mendalami bidang IT, khususnya solusi perbankan, saya sempat merancang beberapa software. Salah satu nya untuk manajemen reksadana yang saya beri nama “Spinoza”, meminjam nama filsuf yang pemikiran nya saat itu saya gandrungi. Nasib Spinoza gak jelas, karena konsep nya juga tidak matang. Saya sampai ngabur ke India untuk melihat bagaimana teman-teman saya disana membuat software yang bagus. Pulang dari India makin berkobar-kobar, “madhep-mantep” niat jualan solusi remote trading untuk transaksi saham. Software nya bikinan India. Teknologi nya waktu itu tergolong advanced. Sayang market nya belum siap. Investasi saya semua akhirnya jadi “ongkos belajar” saja. Padahal saking gak sabarnya jadi TDA saya sudah kadung hengkang dari BPPN, dengan mengabaikan iming-iming “golden shakehand” kalau mau nunggu BPPN dibubarkan pemerintah.

Kadung nyemplung di bidang IT, atas dorongan teman, saya bikin formal saja usaha saya, System Design Group Indonesia (SDGI). Prinsip saya, kalau orang lain bisa, masa saya gak bisa. Untung tidak hanya Mestakung (Alam Semesta Mendukung), tapi Orang Tua, Istri dan Mertua semua mendukung. Selama sepi order, saya jualan “skill” jadi Project Manager di proyek-proyek IT perusahaan lain, bikin studi kebutuhan IT, dsb. Yang semuanya saya mainkan one-man-show. Jadi dapur tetap ngebul. SDGI juga sempat nimbrung membuat solusi messaging dan telekomunikasi. Semua berakhir dengan keuntungan berupa “hasil riset”, dan investasi nya akhirnya menjadi “ongkos belajar”. Untuk tidak menyebut tiada hasil … hehehe …

Dengan prinsip “keep your hands up” seperti di film Cinderella Man itu, lama-lama orang mungkin berpikir, ini perusahaan kok bertahan terus ya, gak ada mati nya ya, ngotot ya, ngeyel ya, gak bubar2 ya … hehehe … Coba deh dikasih proyek … Mestakung pun mulai bekerja. Maka satu dua project lumayan besar mulai kami dapat. Kemudian atas jasa kawan yang ikut mendirikan SDGI, saya akhirnya berkenalan dengan beberapa principal dari US dan UK yang mempercayakan solusi nya kami jual di Indonesia. Ini membuat SDGI fokus dengan solusi yang kami berikan. Hingga hari ini. Network kami juga terus meluas ke beberapa pelaku IT di ASEAN dan Australia. Di bisnis IT yang super dinamis, saya terus belajar dari yang sudah maju. Mimpi saya sih nanti nya harus produk kita yang dijual keluar, bukan sebaliknya.

Setelah alhamdulillah SDGI berjalan dengan lumayan baik, saya jadi mulai berpikir untuk “naik kelas”, tidak lagi menjadi pengelola usaha (business manager) namun betul-betul menjadi business owner seperti cita-cita saya semula. Banyak pekerjaan yang sekarang saya lepaskan ke para konsultan kami yang pinter-pinter. Saya juga mulai berpikir untuk menciptakan “multiple streams of income”, tidak hanya dari satu bidang usaha saja. Disini saya kembali dari nol lagi. Belajar lagi. Selain itu, jika semula saya selalu berbisnis dengan rekan-rekan kerja, kali ini saya ingin berbisnis bersama-sama dengan anggota keluarga saya. Kebetulan keluarga saya, terutama Istri dan Ayah Mertua saya memiliki visi yang sama. Saat ini kami mencoba memulai usaha klinik kecantikan dan spa di Bandung. Namanya Leha-Leha. Ayah Mertua saya mem-franchise dari Bu Yati Utoyo & Pak Budi Utoyo. Dua figur luar biasa yang banyak memberi kami inspirasi sukses.

Saya sungguh bergairah dengan prospek usaha saya di masa mendatang. Selain bertekad untuk membantu keluarga saya membesarkan klinik kecantikan tadi (dan lumayan bisa treatment rutin untuk mengecilkan perut), saya juga tengah menyiapkan beberapa ide bisnis baru untuk dikembangkan bersama-sama Istri dan keluarga. Niat saya, sukses itu kalau bisa ya dicapai bersama-sama keluarga. Bukankah indah, sukses finansial dan selalu dekat dengan keluarga? Semoga perkenalan saya dengan para TDA yang telah lebih dahulu mengarungi samudra kesuksesan, bisa memberi saya inspirasi yang lebih seru lagi. (FR).

5 comments:

agloco indonesia said...

hebat , saya salut dengan pengalaman hidup anda yang berani untuk keluar dari pekerjaan anda yang menurut ukuran saya itu sudah lebih baik, apalagi saya dg status kerja tidak tetap , saya harus berani menjadi TDA

mudah-mudahan langkah awal bisnis saya di sini :

http://e-businnes.blogspot.com
http://enabil.blogspot.com

bodrox said...

Wah pengen juga jadi member TDA, mas-nya juga hebat deh berani mengejar yang dicitakan...

Information Technology Blog said...

keren nie mas..bisa jd inspirasi bagi diri saya nie..thanks mas atas share pengalaman hidupnya..:D
jng lupa mampir

marning donk said...

hai ini senin,27sep 2011 pertama belajar, ya kebuka tangan diatas, lucu ya aku mau belajar darimana, aku gatek n kuper, TDA bisa membibing saya. Hari kumulai semua dari nol

RSI SAKINAH MOJOKERTO said...

RSI SAKINAH MOJOKERTO telp/sms : +6285648280307