Sunday, March 11, 2007

Santaplah Makanan Anjing Anda Sendiri.

Yang bener saja, masa manusia menyantap makanan anjing? Tentu bukan begitu maksudnya. Ini saya kutip dari salah satu resep untuk menghasilkan produk yang revolusioner dari Guy Kawasaki. Maksud sebenarnya adalah: gunakan produk Anda sendiri, sebagaimana pelanggan Anda menggunakan produk Anda. Ungkapan lama ini konon dulu asalnya dari iklan2 makanan anjing di AS pada awal era TV yang masih serba live, dimana hingga iklan berakhir seringkali anjingnya sendiri ternyata ogah menyantap makanan yg diiklankan.

Kalau diperhatikan, para penghasil produk unggulan memang selalu memastikan bahwa konsumen memperoleh pengalaman yang optimal dengan produk mereka. Salah satunya dengan menggunakan sendiri produk mereka. Guy Kawasaki memberikan contoh, setiap hari sekitar 300 karyawan Gillette bercukur di shaving-lab mereka dengan menggunakan aneka produk alat cukur yang mereka hasilkan. Ini sudah menjadi ritual yang membanggakan bagi mereka. Karyawan pusat pengembangan Porsche sampai2 menolak jalan menuju ke kantor mereka yang berkelok-kelok dan berlobang diperbaiki. Karena justru setiap hari, jalan tadi menjadi ajang bagi mereka untuk menjajal Porsche mereka. Karyawan pabrik sepeda Cannondale, didorong untuk pulang-pergi dengan sepeda mereka. Di film The Aviator yang menceritakan kehidupan salah satu ikon industri penerbangan Howard Hughes, kita menyaksikan betapa Hughes selalu menerbangkan sendiri pesawat2 baru nya. Meskipun dengan resiko hampir kehilangan nyawanya.

Dengan mencoba dan mengalami sendiri, pengusaha sekelas Howard Schultz, pendiri dan chairman Starbuck bahkan berhasil menemukan hal-hal yang telah hilang dari Starbuck. Sebagai penggemar kopi, sejak lama saya memperhatikan bahwa Starbuck belumlah memberikan pengalaman menikmati kopi yang dicari oleh penggemar kopi sejati. Benar saja, pertengahan Februari 2007 lalu, chairman Howard Schultz mengirimkan memo kepada CEO Jim Donald, yang isinya menegaskan kekecewaan Schultz atas hilangnya tradisi Starbuck yang sebenarnya. Memo yang bocor keluar dan sempat menghebohkan AS tadi salah satu bagian nya berbunyi: “Some people even call our stores sterile, cookie cutter, no longer reflecting the passion our partners feel about our coffee. In fact, I am not sure people today even know we are roasting coffee.” Wow, betul-betul otokritik yang luarbiasa. Semoga setelah ini saya bisa lebih menikmati Starbuck.

Dalam skala yang jauh lebih kecil, saya dan keluarga juga mencoba menerapkan hal ini. Karena klinik dan spa yang kami kelola menjual produk2 aromaterapi, maka kini setiap pagi dan sore, di rumah kami menyalakan burner aromaterapi. Kami jadi tahu persis berapa lama lilin burner akan habis, beda nya burner berbahan logam dan keramik, berapa tetes minyak essential yang diperlukan, termasuk efek-efek yang terasa dengan menghirup aroma tertentu. Hampir seluruh produk dan jasa klinik juga telah kami coba sendiri. Bagaimana rasanya treatment penghilangan lemak dengan meso-lipo, facial dengan alat microdermabrasi hingga akupuntur, kami sudah rasakan sendiri. Kami membuktikan sendiri secara langsung apa yang selama ini kami promosikan, sekaligus kami menjadi pihak pertama yang menemukan beberapa kelemahan yang harus diperbaiki.

Apakah Anda seorang pengusaha restoran, pengrajin aksesoris, pengusaha salon, atau pemilik toko pakaian jadi. Saya sarankan Anda untuk selalu menggunakan produk Anda sendiri. Apalagi jika produk Anda adalah pakaian atau aksesoris, Anda dapat menjadi “kapstok berjalan” untuk sekaligus mempromosikan produk Anda. Cara ini beberapa waktu lalu sukses dijalankan oleh istri saya ketika ikut jualan produk aksesoris dari Mozly. Dengan memakai sendiri produk2 aksesoris Mozly, calon pelanggan lebih tertarik, bahkan tak jarang langsung meminta produk yang saat itu sedang dipakai istri saya.

Singkatnya, banyak sekali keuntungan yang akan Anda peroleh dengan selalu menggunakan produk sendiri. Jadi, selamat menikmati “makanan anjing“ Anda.

3 comments:

IT Management said...

Hebat pak tulisannya. Itu di milis sudah saya cariin email aslinya pak Schultz. Sudah segede itu kok masih sempet ya bikin otokritik, gak kaya pejabat2 kita.

cayo
http://improve-it.blogspot.com/

Fauzi Rachmanto said...

Thanks Pak sudah mampir. Thanks jg atas sharing emailnya Pak Schultz. Betul Pak, kalau mau otokritik kan jadi improve, kalau devensif terus jadi gak keliatan lagi mana yg harus diperbaiki.

hadiyanto said...

Artikel yang sangat bagus, ini agar kita slalu bangga dengan apa yang kita hasilkan, kalo kita sendiri aja gak punya cukup kebanggaan terhadap sesuatu yg kita hasilkan dan jual, gmana orang lain akan yakin dengan kita

Salam,
Hadiyanto
http://www.petsehat.com