Thursday, March 01, 2007

Menjadi Revolusioner

Guy Kawasaki (lahir di Honolulu, 1954) adalah mantan eksekutif Apple Computer. Di tangan Guy sebagai Chief Evangelist, pada waktu itu Apple terkenal dengan "evangelism marketing". Kalau Anda mengenal pengguna PC atau laptop Macintosh, Anda bisa perhatikan betapa "fanatik"nya pemilik Mac tadi. Sangat sulit "menggoyahkan iman" mereka untuk berganti ke produk lain, dengan sejuta alasan yang mereka akan segera kemukakan. Alih-alih mempertimbangkan berganti produk, mereka malah akan berkhotbah tentang sejuta keunggulan Apple Mac dibanding PC lain. Inilah "evangelism". Bukannya sekedar menjual, Apple telah menciptakan para evangelist atas produk nya.

Dengan track-record nya yang mampu mencetak jutaan evangelist Apple PC, maka buku Guy Kawasaki yang berjudul "Rules for Revolutionaries", yg sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Buana Ilmu Populer, segera mempesona saya. Ini buku wajib yang harus dibaca oleh siapa saja yang ingin menciptakan produk dan jasa yang revolusioner. Atau dalam penuturan Guy Kawasaki yang cerdas, kocak dan kadang kasar dilukiskan sebagai "manifesto baru kaum kapitalis": Mencipta Seperti Dewa, Memerintah Seperti Raja, Bekerja Seperti Budak. Bagaimana Guy Kawasaki menjelaskannya?

Mencipta Seperti Dewa (Create Like a God)

Untuk dapat mencipta seperti dewa , pertama Anda harus dapat berpikir berbeda dari orang kebanyakan. Dalam istilah Guy, kita harus dapat membuang "berhala-berhala" lama kita. Ambil contoh Kereta Api yang selama ini kita kenal adalah KA dengan 1 lokomotif dan gerbong2 yang mengikut dibelakangnya. Kalau mau lebih cepat, maka mesin lokomotifnya yang diperbesar dan diperbesar lagi. Namun KA supercepat ternyata dimungkinkan setelah "berhala" mesin di lokomotif tadi dibuang, dan dibuat inovasi dengan meletakkan mesin pada setiap gerbong. Berpikir beda juga dapat dilakukan dengan cara memisahkan bentuk dan fungsi. Ini yang terjadi melalui fenomena toko online. Sebuah toko fungsi nya adalah menjual. Maka apakah dia hadir atau tidak secara fisik adalah sekedar bentuk. Toko-toko online menolak tunduk pada bentuk, mereka kedepankan fungsi nya, yaitu berinteraksi dan melayani penjualan kepada pelanggan.

Tentu saja sebagai "dewa" Anda tidak cukup hanya berpikir beda. Bisa-bisa produk Anda sekedar aneh. Maka Anda juga harus menciptakan produk hebat yang memenuhi kriteria yang disingkat oleh Guy sebagai: DICEE. Deep (mendalam) – Indulging (mengasyikkan) – Complete (lengkap) – Elegant (elegan) – dan Evocative (membangkitkan kenangan). Produk yang hebat itu mendalam, punya fitur yang tidak serba tanggung, produk yang serba tanggung umumnya akan gagal di pasar. Produk yang hebat juga Indulging (mengasyikkan) menawarkan hal-hal dan experience baru yang membuat pelanggan merasa asyik untuk mengexplore setiap hal yang ditawarkan. Dan selain elegan, faktor evocative yang melibatkan emosi dan kenangan akan membuat pelanggan menjadi fanatik terhadap produk Anda.

Setelah itu Anda juga harus pastikan bahwa produk Anda terus diperbaharui. Guy menggambarkan bahwa semua orang tahu produk Apple sesungguhnya jauh lebih baik dari produk Microsoft, namun Microsoft berani merelease lebih dahulu produk mereka yang "tidak sempurna" tadi dan terus memperbaharuinya.

Memerintah Seperti Raja (Command Like a King)

Memiliki produk hebat (menurut pandangan Anda), tidak serta merta akan membuat pelanggan baru menubruk produk Anda. Sesungguhnya ada jurang yang sangat lebar antara calon pelanggan Anda dengan produk Anda. Membawa mereka menyeberang dengan selamat adalah tugas berikutnya. Dan penghalang antara produk Anda dan para calon pelanggan harus diruntuhkan, misalnya produk Anda meskipun hebat, tapi ternyata memiliki kompleksitas yang membuat calon pelanggan ragu. Maka hal ini harus disiasati. Guy sendiri misalnya, pernah memimpin perusahaan pembuat software database relational yang sangat hebat, namun gagal karena terlalu sulit digunakan pengguna baru.

Langkah paling penting dalam "Memerintah Seperti Raja" ini adalah menciptakan para evangelis bukan sekedar penjualan. Para evangelis bukan sekedar menggunakan produk Anda, namun juga fanatik dan akan terus menerus menceritakan kehebatan produk Anda kepada siapapun. Ada teman saya yang sangat fanatik dengan merk HP tertentu, sehingga tiap ada orang akan berganti HP dia akan nyerocos tentang berbagai kelebihan merk tersebut. Dibayar pun tidak, teman tadi sudah jadi evangelis produk HP yang ia gunakan. Ada beberapa tahapan yang dipaparkan Guy mengenai evangelisme, diantaranya adalah untuk selalu melibatkan faktor emosi disamping fakta sebenarnya tentang produk Anda. Saya lihat ini memang mulai kita gunakan. Misalnya, iklan produk yang menjanjikan "berat badan dijamin turun 3 Kg" sudah memberikan fakta, tapi "dijamin berat badan Anda turun 3 Kg dan makin disayang suami"
memberikan fakta dan emosi.

Selain itu Guy juga mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam "magnet kematian", yaitu sekumpulan asumsi yang dipercayai banyak orang namun sesungguhnya dapat menjebak. Salah satu contoh adalah magnet kematian "Produk terbaik unggul". Ya, tidak selamanya produk yg terbaik unggul, misalnya jika produk lawan nya sudah memadai bagi pelanggan, dipromosikan dengan baik, dan terus diperbaharui. Jika memang "produk terbaik unggul" berlaku, maka Bill Gates saat ini sudah pindah kerja ke Starbuck, sibuk membuat espresso dan tinggal di apartemen sewaan … demikian kata Guy.

Bekerja Seperti Budak (Work Like a Slave)

Guy mengajarkan bahwa seorang revolusioner akan "makan seperti burung, buang air seperti gajah". Betul2 perumpamaan yang aneh, dan Anda akan sering menemui perumpamaan yg aneh2 sepanjang buku ini. Maksudnya adalah, seorang revolusioner akan terus menerus mencari dan menyerap informasi tentang industri dan pelanggan dari manapun (seperti burung), dan menyebarkan dengan cepat dan dalam jumlah besar pengetahuan yang sudah ia dapatkan (seperti gajah). Informasi dan pengetahuan adalah kunci bagi revolusioner. Maka menyerap dari berbagai sumber dan menyebarkan memang suatu konsekuensi logis.

Guy menyarankan bahwa meskipun kita sudah sangat dibantu dengan teknologi, namun kita harus tetap "berpikir digital, dan bertindak analog". Artinya hal-hal yang sifatnya hubungan antar-pribadi harus tetap terjaga. Ini yang kadang terlupakan oleh para pengusaha yang memanfaatkan internet untuk berinteraksi dengan pelanggan. Guy memberikan contoh bagaimana industri hotel menerapkan ini, meskipun umumnya mereka telah menggunakan internet untuk memperluas interaksi dengan pelanggan, namun hal-hal yang sifatnya personal tetap terjaga.

Selain itu, Guy juga mengingatkan bahwa kita jangan pernah meminta pelanggan melakukan hal yang kita sendiri tidak mau lakukan. Pernahkah Anda mencoba menghubungi nomer telpon contact center penyedia produk atau jasa tertentu? Misalnya bank atau operator seluler. Anda akan diterima oleh mesin IVR (interactive voice response) dan dipandu untuk menekan angka tertentu. Kadang demikian bertele-tele nya panduan dari IVR, sehingga kita tidak sabar untuk menunggu kalimat "tekan 9 untuk berbicara dengan petugas kami". Dan ketika kita tekan 9, jawaban nya adalah "maaf seluruh petugas kami sedang sibuk …" Yah!. Jadi, jika Anda sendiri tidak mau mengalami hal tersebut, jangan buat pelanggan Anda mengalami hal yang sama.

Menarik mengikuti alur berpikir Guy Kawasaki yang "revolusioner" dalam buku ini. Guy Kawasaki sendiri sudah lama keluar dari Apple. Mungkin karena sifat revolusionernya, konon sekarang bahkan dia berhenti menjadi pengguna Mac dan beralih ke Linux. Sekarang Guy memilih menjadi seorang venture-capitalist melalui perusahaannya Garage.com yang menyediakan modal untuk perusahaan hi-tech pemula. Rupanya Guy juga sepakat bahwa "Tangan di Atas" lebih baik dari "Tangan di Bawah",

Blog Guy Kawasaki yang berjudul "How to Change the World" dapat diakses di http://blog.guykawasaki.com/

Barangkali ada diantara Anda yang sama revolusionernya seperti Guy Kawasaki?

1 comment:

Fatima Saheed said...

Saya Fatimawati, saya menggunakan waktu ini untuk memperingatkan semua rekan saya INDONESIANS.Who yang telah terjadi di sekitar mencari pinjaman, Anda hanya harus berhati-hati. satu-satunya tempat dan perusahaan yang dapat menawarkan pinjaman Anda adalah QUALITYLOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya dari mereka. Mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman yang sah di internet. Lainnya semua pembohong, saya menghabiskan hampir 32 juta di tangan pemberi pinjaman palsu. Tapi qualityloan memberi saya mimpi saya kembali. Ini adalah alamat email yang sebenarnya mereka: qualityloanfirm@asia.com. Email pribadi saya sendiri: fatimatu.said99@gmail.com. Anda dapat berbicara dengan saya kapan saja Anda inginkan. Terima kasih semua untuk mendengarkan permintaan untuk saran saya. hati-hati